barakabusiness-coaching

Devi Sang Manajer Proyek

Posted on Posted in coaching with Omar
Header 728 x 90

Simak sejenak cerita singkat berikut ini..

Anda seorang manajer proyek di sebuah perusahaan kontraktor besar, sebut saja namanya Devi.  Devi adalah orang yang sangat ahli sehingga dapat dikatakan tak tergantikan. Semua urusan terkait proyek tergantung kepadanya. “Kamu hebat Devi, kamu bisa diandalkan”, ujar bosnya.

Satu ketika, Devi sedang santai di proyek, berbincang dengan mandor dan temannya, tiba-tiba masuk ke proyek sebuah Jeep keluaran terbaru, masih fresh  ke lokasi proyek. Lalu mobil tersebut berhenti dan turunlah Bossnya dengan kacamata hitamnya.

Dalam hati Devi berkata, wah ini bos bagaimana sih? Proyek masih butuh uang tambahan untuk bisa melanjutkan proyek hingga selesai eh dia malah beli mobil baru. Lalu Devi mengeluh, saya yang kerja keras, atur sana sini, lembur, gaji nggak cukup eh si boss malah beli mobil baru. Ok deh bulan depan saya resign, saya bikin perusahaan kontraktor sendiri aja deh. Saya kan ahlinya bangunan. Lagi pula saya ingin seperti boss, bisa beli mobil, enak liburan terus, duitnya banyak, kerja juga semaunya, pokoknya saya pasti bisa bisnis sendiri.

Singkat cerita, Devi keluar dari kantor dan memulai bisnisnya sendiri. Tunggu dulu lalu apa yang terjadi? Benarkah enak menjadi pengusaha?

Ternyata ketika bisnis sudah dimulai, apa yang terjadi? Memang karena pelangaman yang dimiliki Devi, memudahkannya untuk bisa mendapatkan order pekerjaan dengan cepat. Yes, sudah banyak memiliki kepercayaan, untuk jualan sih lancar deh. Satu proyek, dua proyek hingga akhirnya ada lima proyek sekaligus berjalan bersamaan. Nah disini persoalan mulai timbul, bayangan berbisnis itu enak dan bisa santai-santai justru sebaliknya, kesibukan tiada henti. Belum kelar satu pekerjaan yang lainnya sudah datang lagi. Ada karyawan yang nakal curang di proyek. Ada 2 tagihan progress yang belum dibayar sehingga menghambat pembelian material di proyek yang lain. Alamak, susah ternyata berbisnis.

Sepi order salah, banyak order pusing. Ketika banyak order kehilangan arah, pokoknya yang penting pekerjaan selesai. Akhirnya kehilangan arah bisnisnya.

Familiar keadaan seperti ini?

Ya bisa jadi itu terjadi dengan Anda. Bisnis yang diimpikan sebagai sebuah mesin uang justru menjadi mesin masalah. Jam kerja yang tadinya sebagai karyawan hanya dari jam 9 pulang jam 5 justru ketika bisnis sendiri bekerja malah 24 jam nonstop. Walah, ribetnya.

Sebenarnya apa yang terjadi?

Ternyata hal ini bisa terjadi karena banyak orang ingin memulai bisnis karena merasa bisa melakukan semuanya dan tahu betul pekerjaan utamanya. Bukannya memikirkan bagaimana bisnis berjalan dengan baik, justru yang terfikir adalah bagaiman dia mengerjakan semuanya sendirian. Hanya saya yang mampu melakukan semuanya.

ANDA ADALAH PONDASI BAGI BISNIS ANDA

 

Akhirnya bukan membangun kerajaan bisnis justru terjebak dalam penjara pekerjaan sendiri.

Lalu bagaimana seharusnya seorang pebisnis berfikir dan bekerja?

1. Memiliki Kejelasan Arah. Berbisnis tujuan utamanya adalah menghasilkan cash flow. Anda harus paham betul berapa biaya operasionalnya, berapa profitnya, berapa harga pokok produksinya, berapa break event pointnya agar bisnis bisa terus berjalan. Kebanyakan dari pebisnis bahkan tidak pernah tahu berapa omsetnya setiap bulan, karena sibuk jualan.

2. Memiliki Action Plan. Ambil contoh anda pergi keluar rumah tanpa tujuan yang jelas apakah Anda akan sampai ke tujuan? Ya sampai, tapi sampai entah dimana. Bisa jadi Anda hanya berkeliling-keliling menghabiskan waktu, bahkan tersasar jauh. Berbeda ketika Anda bepergian dengan tujuan yang jelas, Anda akan tahu betul lewat mana, pakai kendaraan apa, berapa biaya yang dibutuhkan, berapa lama Anda sampai. Bahkan Anda bisa mempersiapkan daerah-daerah wisata yang bisa dikunjungi ketika beristirahat.

Tujuan yang jelas membuat Anda akan lebih mudah membuat Action Plan atau rencana aksi bagaimana bisnis Anda berjalan.

3. Membangun System. Salah satu action plan yang Anda buat adalah system perusahaan. Dari mulai marketing, sales, administrasi, keuangan, sumber daya manusia, operasional dan sistem rekruitmen.

Tidak mudah membangun bisnis, tapi juga bukan sebuah teknologi membuat roket. Asal Anda tahu caranya. Hubungi Team Coaches Kami siap membantu Anda dalam membangun dan mengembangkan bisnis yang kuat.

 

BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply