bisnis developer properti

Bisnis Developer Properti: Why Not?

Posted on Posted in Bisnis Properti
Header 728 x 90

Kalau bicara bisnis developer properti pasti semua orang bilang, wah bisnis besar tuh, milyaran tuh, resikonya besar ya…dan banyak juga yang beranggapan ini bisnis padat modal (high intensive capital) dan dijalankan oleh orang yang memiliki keahlian tinggi (high intensive skill).
Terus terang boleh dibilang apa yang disebutkan di atas adalah MITOS YANG KELIRU. Faktanya para pelaku bisnis developer properti justru banyak mengandalkan kekuatan outsource. Memang akan lebih mudah menjalankan bisnis properti dengan 2 kekuatan di atas, namun sesungguhnya bisnis ini bisa kok dilakukan siapa pun asal tahu ilmunya. Sesungguhnya setiap orang bisa menjalankan bisnis ini meski tanpa modal sekalipun.

developer properti
bisnis developer properti

Bisnis developer properti pada kenyataannya menjanjikan percepatan yang luar biasa untuk membuat Anda menjadi kaya raya

Mengapa bisa demikian? Nah berikut ini alasan-alasannya:
1. Nilai investasi sama namun hasil berbeda. Bisnis developer properti mempunyai satu kekuatan yang sangat powerful: TANAH. Ada beberapa sifat absolut pada tanah yang membuatnya sangat luar biasa: tanah tidak didapat diperbaharui, tidak busuk, harga naik terus, dan Allah SWT tidak menciptakan tanah untuk yang kedua kalinya. Apalagi jika investasi tanah ditempatkan dalam tata kelola manajemen aset yang terukur dan terencana akan mendatangkan hasil yang optimal.

Nah sekarang kita akan membandingkan hasil investasi jika kita menanamkan uang di deposito dibandingkan dengan investasi tanah. Kita akan bandingkan dari sisi Return On Investment (ROI) atau tingkat imbal balik investasi , yuk mari kita simak ilustrasi berikut ini:

Sebutlah Sayyid, seorang karyawan kantoran, yang setelah lima tahun bekerja berhasil memiliki tabungan senilai Rp 100 juta. Dengan dana yang dimiliki Sayyid ingin menginvestasikan seluruh tabungan yang dimilikinya. Namun hatinya bimbang , mau diinvestasikan dimana dananya ini? Deposito ke bank dengan suku bunga berkisar empat persen per tahun atau dibelikan tanah? Mari kita lihat apa yang terjadi lima tahun ke depan pada kedua produk investasi tersebut.

A. Analisa investasi produk deposito
– Nilai Deposito = Rp 100.000.000,-
– Suku bunga yang berlaku = 6% per tahun
– Jangka waktu penempatan = 1 bulan
– Pajak atas bunga = 20%
– Penempatan deposito selama satu bulan otomatis diperpanjang.
Rumus Perhitungan Bunga Deposito:

Nominal x (suku bunga yang berlaku per tahun) x (lamanya mengendap) 
365 hari

Dengan itu , nominal bunga yang diperoleh untuk penempatan satu bulan:
Sebelum pajak = Rp 476.712,32
Setelah pajak = Rp 381.369,46

Dalam jangka waktu lima tahun , total bunga yang diperoleh
Rp 381.370 x 12 x 5 = Rp 22.882.200,-
Maka total uang Sayyid lima tahun kedepan:
Rp 100.000.000 + Rp 22.882.200 = Rp 122.882.200,-

Katakanlah inflasi terkendali sekitar 7 % (pengalaman di Indonesia inflasi sekitar lima sampai delapan persen), otomatis Sayyid hanya menjaga agar investasinya tidak tergerus pajak dan inflasi. Namun sebenarny yang terjadi Sayyid kehilangan kesempatan yang sangat bernilai dan kehilangan waktu yang berharga.
B. Analisa Investasi Produk Tanah.
Sayyid membeli sebidang tanah seluas 1,000 m2 di wilayah kotamadya dengan harga Rp 100.000/m2 (untuk saat ini luar biasa jika bisa mendapatkan harga tanah senilai ini hehehe…nilai ini saya ambil untuk mempermudah perbandingan saja ya). Jika dalam lima tahun ke depan pergerakan harga tanah sudah menjadi Rp 500.000/m2 berapa ya keuntungan yang diperoleh Sayyid?

Sederhana ya…dengan modal sebesar Rp 100.000.000,- setelah lima tahun, Sayyid meraup keuntungan Rp 400.000.000,- (=Rp 500.000.000 –Rp 100.000.000). Hasilnya luar biasa kan? Jauh lebih besar dibandingkan investasi dalam bentuk deposito.

Namun bukan berarti investasi Deposito dihindari. Deposito tetap dibutuhkan sebagai instrumen investasi jangka pendek.

Nah kesimpulan yang dapat diambil dari ilustrasi di atas. Sayyid menjadi kaya bukan dari tabungannya, namun dari keputusan yang tepat dalam berinvestasi. Ini baru dalam bentuk tanah lho, belum lagi jika Sayyid mengolahnya menjadi town house, maka hasilnya akan berlipat-lipat. Artinya dengan terjun di Bisnis Developer Properti skala kecil saja, ia bisa kaya raya dalam waktu yang relatif cepat…..(bersambung)

bisnis developer properti
sukses jadi developer
BANNER FREE MEMBER

Leave a Reply